Monday, June 18, 2012

Asrama, TPB

Sedih harus ninggalin asrama, meski jam malamnya ngeselin, kegitannya kadang wasting time, tapi ga pernah bisa di lupain. Kamar, lorong, gedung, pgb (re: kantin), amahnya, teteh-tetehnya. Terakhir kali saya makan di pgb, pgb sepiii sekali. Oh ya, saya punya langganan di sana, namanya bu mamah. Masakan bu mamah nih yang paling cocok di lidah. Bu mamah juga baiiiik banget. Kalau lagi ngobrol sama beliau, jadi ingat nenek saya. Penjual yang lain juga ga kalah baik loh.
Lorong satu juga banyak berkontribusi selama satu tahun ini. Yang paling tidak bisa dilupakan adalah lagu mahasiswa rantau. 'Mahasiswa rantau... makan tak teratur... senin makan, selasa puasa............'
Lagu ini untuk pertama kalinya dinyanyikan oleh lorong 1 ketika Social Gathering gedung pertama. Memalukan sekali guys sebenarnya,.
Kamar 6 juga jadi salah satu tempat yang tidak akan pernah bisa di lupakan. Ada empat orang penghuni disini;
Nama : Dina Azhara
Asal   : Medan
Departeman : Agribisnis
Hobi  : Tidur

Nama : Intan Maria Paramita
Asal   : Bondowoso
Departemen : Kedokteran Hewan
Hobi  : Nyetrika

Nama : Mustika Permatasari
Asal   : Cianjur
Departemen : Biokomia
Hobi  : Belajar, nyuci

Dina walaupun tiduuuur terus dan paling sering membajak kasur saya, tapi kalkulusnya dapet 80! Amazing! Dina juga paling berani nih kadang ngajak ribut banget orangnya. Maklum anak Medaaaan. Edaaaan lah pasti. Intan yang paling dewasa nih dan yang paling rajin nyetrika. Dia juga nih yang paling sibuk. Kalau mustika, dia yang paling sering duduk di depan meja. Mustika jarang banget curhat-curhat. Pendieeem banget. Tapi gitu-gitu juga kecengannya banyak! Hebat juga si tika.............
Dan yang terkahir adalah saya sendiri. Hobi saya adalah pulang dan galau. Maklum ya, diantara mereka hanya saya aja yang masih single. Mereka bertiga beberapa kali menawarkan teman-teman prianya loh untuk saya hahahaha berasa ga laku banget kali. 

Kelas P16 juga ga lepas dari asrama kerena keduanya adalah bagian dari TPB. Awalnya, saya adalah mahasiswa P14. Tapi kelas P14 diisi sama anak kedokteran hewan semua. So, P14 di acak dan disebar-sebar. Dan.....selamat! Saya masuk di kelas P16. Rasanya tuh gimana gitu. Rasanya susah adaptasi lagi. Ternyata, ini merupakan salah satu bagian dari perputaran. Saya bertemu mereka yang baik sekali setelah di semester 1 saya banyak kehilangan orang-orang yang saya sayangi. 

Sekarang, apa lagi yang akan datang dan pergi? Tunggu dan nikmati saja.

Monday, June 11, 2012

Bogor, 12 Juni 2012

Saya membusuk disini. Di hinggapi lalat-lalat hitam. Kemana harus pergi? Rumah? lagi-lagi. Tidak ada yang lebih bersahabat selain rumah. Asrama sepi sudah, hanya ada suara kucing, cicak, dan hati saya. Penghuni sudah bisa di hitung. Saya berani. Saya lebih berani disini dari pada di kontrakan baru. Ada yang salah, entah apa. Saya benar-benar mati dalam setumpuk suasana ini. Sekaligus menikmati. Saya hari ini mencoba mencari. Saya belum menemui apa pun. Saya benar-benar membusuk sampai Sabtu nanti. Sampai Badan Pengelola Asrama mengusir saya. Lalu setelah itu saya harus kemana? Tidur di sepanjang jalan Babakan bersama tumpukan barang, hanya untuk memastikan kontrakan saya benar baik-baik saja? Gila. Saya juga masih memiliki pesan yang harus dijalankan. Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, akan terasa sangat panjang sekali. Pesan di hari-hari tersebut meluap bersama bayangan tentang hidup satu tahun ke depan nanti. Gila. 

Sunday, June 3, 2012

Kamar 4

Akhirnya pindah ke kontrakan :)
Tapi, ga selamanya baik. Ternyata saya masih takut tidur sendiri. Apalagi, saya dapat kamar di pojok. Sempet bingung, pengen tuker kamar sama yang lain. Terutama sama kamar depan, view-nya di jamin bagus : kontrakan depan...... Tapi setelah di pikir-pikir, mungkin ini yang terbaik buat saya. Selain penguni kamar lama anak FPIK, ternyata apa saya inginkan sudah terpenuhi. Jadi, saya punya rencana mau beli stiker dinding dan wallpaper (baca : kertas kado). Saya ga perlu beli! Di kamar, sudah ada stiker dinding dan ketika saya buka lemari, sudah ada guntingan-guntingan rapi kertas kado untuk wallpaper. Wow, how lucky I am? Ini kebetulan atau apa ya? 
Bonusnya adalah saya dapat banyak wasiat. Ada beberapa kertas-kertas berisi tulisan sebagai penyemangat. Lalu, ada tips sukses kuliah dan organisasi. Lucunya, ada potongan-potongan huruf yang harus disusun. Teman saya, sebut saja Ichi, dia berhasil menyusun huruf-huruf tersebut. 'FIGHTING!!'. Hmmm penghuni kamar lama pasti seorang perempuan mungil perkasa. Kata teman saya, badannya kecil seperti saya. Semoga saya bisa seperti dia yang melanjutkan S2. Dan yang lebih penting adalah semoga saya berani tidur sendiri :'

Tuesday, May 29, 2012

Aku terus bertanya dalam hati. Bahkan sampai pada mimpi. Kadang diam memang emas. Ketika mereka semua berlari, lantas mengapa aku termenung? Aku terus bertanya apa yang mereka cari. Kamar berukuran kecil ini mungkin bisa menjawab. Time organizer board bisa saja berkata "deadline". Sempurna : dead dan line. Tapi siapa yang tahu pasti? hanya Tuhan kan. Bisa saja besok kita benar-benar mati.

Mereka terus berlari bahkan tidak pada jalannya. Mereka yang mengantri juga menyela. Apa yang mereka cari? Sikut kanan, sikut kiri, APA YANG MEREKA CARI?




Monday, May 28, 2012

Toleransi

Kadang orang-orang tidak mengerti arti sebuah sikap. Maksud baik bisa jadi buruk. Buruk sekali. Mengapa masing-masing manusia memiliki ego? Saya masih banyak belajar tentang ini. Ya, selain belajar iktiologi. Sungguh inilah kehidupan yang sesungguhnya. Saya rasanya masih ingin teriak 'Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa'. Ah tapi ingat umur dan kewajiban. Sudah tidak pantas. Rasanya ingin pulang. Ah tapi ingat ini ibadah. Saya rasanya ingin tidur entah apa itu ikan barakuda. Ah tapi lagi-lagi ingat. Lagi-lagi ingat keluarga saya. Ingat orang-orang yang saya sayangi dan akan saya sayangi. Ingat masa depan saya : untuk saya dan orang lain. 

Sunday, May 27, 2012

Ingatan Tentang Kalian - Dee

Dalam ranah yang mereka sebut keabadian
Aku bersemayam bersama ingatan tentang kalian
Kudekap dan kuucap namamu satu demi satu
Sebelum lautan cahaya melarutkan kita dan waktu
Walau tiada aksara di sana
Walau tiada wujud yang serupa
Tanpa pernah tertukar aku menemukanmu semua
Sebagaimana engkau semua menemukanku
Empat, lima, dan enam
Berapapun banyaknya kita tersempal
Perlahan lebur menjadi tunggal
Dua, satu, dan kosong
Bersama kita lenyap menjadi tiada

Dalam ranah yang mereka sebut kehidupan,
Aku dan kalian menangis dan meregang di antara ruang
Aku dan kalian tersesat dalam belantara nama dan rupa
Masihkah kau mengenali aku?
Masihkah aku mengenalimu?
Jiwa kita tertawa dan berkata:
Berjuta kelahiran dan kematian telah kita dayakan,
Berjuta kata dan sabda telah kita ucapkan,
Berjuta wadah dan kaidah telah kita mainkan,
Hanya untuk tahu tiada kasih selain cinta
Dan tiada jalinan selain persahabatan
Meski tak terkira banyaknya nama dicipta
Meski tak terhingga rasa menjadi pembeda
Aku akan menemukanmu semua, sebagaimana engkau semua menemukanku
Sahabat, jika kita berpecah raga
Satu, jika kita memadu raga
Tiada, jika hanya jiwa

Inilah kenangan yang kucuri simpan
Saat kubersemayam dalam ranah yang mereka sebut keabadian

Inilah kenangan yang kusisipkan di sela-sela mentari dan bulan
Yang kelak mereka bisikkan saat kucari kalian
Dalam belantara yang dinamai kehidupan

Ingatan pertama dan terakhir
Yang mengikuti saat aku terlahir
Yang bersembunyi hingga kalian semua hadir
Yang menemani saat udara usai mengalir

Cinta dan sahabat
Sahabat dan cinta
Itulah jiwa yang terpecah dengan sederhana

Sisanya fana

Thursday, May 24, 2012

Sudah hampir satu tahun.

Sudah hampir satu tahun aku di Bogor. Sudah hampir satu tahun aku tinggal di asrama. Sudah hampir satu tahun aku seatap dengan mereka yang mantap. Sudah hampir satu tahun aku mengenal lorong 1. Lorong yang setiap paginya ramai dengan antrian kamar mandi dan mencari setrikaan. Lorong yang hampir setiap malam Jum'atnya kami ngajikan. Di lorong itu banyak kenangan : kami makan bersama, kami berbagi cerita bersama, kami menangis bersama. Satu tahun lalu, saat pertama kalinya aku masuk ke dalam lorong, mencari kamar nomor 006 bersama keluarga ku. Satu tahun lalu, aku datang dengan semangat membara. Satu tahun lalu, aku menangis saat orang tua ku meninggalkan ku. Satu tahun lalu, aku memeluk erat mama ku, aku melambaikan tangan pada keluarga ku. Ya, sudah hampir satu tahun aku hidup mandiri. Pastinya, tanpa dia. Sudah hampir satu tahun lalu aku sendiri. Seminggu pertama tinggal diasrama tidaklah mudah. Sekamar bersama orang-orang yang tidak aku kenal. Bahkan ia yang ku kenal justru meninggalkan ku. Satu tahun lalu, entah harus berbagi dengan siapa. Ia benar-benar meninggalkan ku. Aku takut. Aku takut sekali. Aku masih ingat bagaimana air mata itu mengalir. Satu tahun lalu, selama satu minggu lebih, aku membanjiri atap kamar dengan tangis ku. Satu tahun lalu, teman kamar ku bertanya tentang keadaan ku. Satu tahun lalu, aku tidak kuat menahan itu semua. Satu tahun lalu, teman-teman ku memberikan aku semangat baru. Ya, sudah hampir satu tahun lalu. Aku sangat menikamti satu tahun ku. Aku bertemu banyak teman, mengenal banyak orang. Sudah hampir satu tahun bus merah itu mengantar ku Bogor - Jakarta - Bogor. Bukan ia, jelas. Ia sibuk bersamanya. Ya, tak perlu dipertanyakan. Kenyataan adalah saksinya. Sudah hampir satu tahun aku disini. Aku belajar lebih dari mata kuliah yang di ajarkan : kehidupan. Aku banyak belajar, dan masih belajar hingga saat ini. Nilai ku tidak bagus-bagus, tapi ada yang lebih penting disini. Sudah hampir satu tahun aku di kota hujan ini. Kota kelabu. Biru. Menggebu. Aku sangat mensykuri waktu satu tahun ini. Rencana Tuhan memang selalu lebih indah.