Thursday, May 17, 2012

H :

Halo Jum'at.... Lama sekali tidak menulis disini, mungkin ketika aku sudah tidak di asrama, aku akan banyak bercerita. Mengapa asrama jadi penghalang? Ada banyak cara sebenarnya, namun aku yang memiliih diam. Banyak yang ingin aku ceritakan.. Biar ku ceritakan seseorang. Ia bukan siapa-siapa, tapi sangat menginspirasi. Mari kita mulaiii..........
Laki-laki. Bukan masalah itu! Jangan lihat gender disini, teman.
Sebut saja H. Handoyo? Harun? Hamasyah?
Jangan kau tebak...... ini bukan tebak-tebakan
Aku kenal dia di kelas. Kesan pertama : sombong, sok kritis.
Tiba saatnya kita semua senam aerobik. H membuat gerakan untuk pemanasan : lucu, kreatif. Oh ya, lagu untuk pemanasan pun dia yang mencari. Dangdut remix. Sekali lagi, aku tersenyum karena kehebatannya.
Tapi sayang sekali, H hanya membuat gerakan untuk pemanasan. Padahal, masih ada gerakan inti dan pendinginana.
Tiga hari sebelum senam, aku iseng membuat gerakan inti, lalu dicontohkan di depan anak-anak. Alhasil, jadilah instruktur. Ini benar-benar mendadak. Mau tak mau. Demi kelas.
Dua hari sebelum senam, tepatnya hari Kamis, aku, H, komti, dan teman lainnya, pergi ke kontrakkannya untuk mengedit lagu dan membuat video senam agar bisa dibagikan ke kelas. Disana, hanya ada dua perempuan. Aku dan teman ku. Tapi tenang saja..mereka semua baik, tidak akan macam-macam.
Rencana awal aku dan teman perempuan ku adalah menginap di kosannya. Tapi karena terlalu malam, akhirnya kami terpaksa menginap di kontrakkan H. Buruknya, kami berdua sedang halangan. Kami berbisik-bisik harus mencari pembalut dimana? pembalut apa yang biasa di pakai?
H : "ada apa?"
Kami : *nyengir* "Pembalut..."
H : *pergi ke kamar,lalu keluar dengan segera* "ayo"
H sudah mengganti celana mainnya dengan celana jeans. Aku menyilahkan teman perempuan ku untuk pergi dengannya. Lagi, aku kagum. Malam itu malam jumat dan sudah jam 12 malam. Baik sekali.
Setelah itu, aku sempat tidur. Sekitar jam 3 pagi, kami membuat video senam. Teman-teman ku yang lain akan kuliah jam 7 pagi. Sedangkan aku dan H kuliah jam 1 siang. Kami meng'iya'kan mereka untuk tidur. H hanya sendiri merekam ku. Satu jam kemudian, aku ingin menyusul teman perempuan ku tidur di kamar H. Dan.....kamarnya dikunci! H menyuruh ku tidur di ruang tv. Kemudian ia tidur di ruang tamu.

Hari Jumat malam, kami belum hafal gerakan senam. Bahkan, aku belum mencontohkan gerakan pendinginan. Padahal, jam 7 malam adalah hari terakhir untuk latihan senam.Akhirnya, kami semua sepakat untuk meniginap di salah satu rumah teman kami di Bogor. Ketika sampai disana, entah ada apa, H hanya diam. diam. diam. diam. diam. diam.  Ia diam sampai pagi. Ia diam sampai kami semua di gladiator. Ia diam melihat kami. aku diam meliaht ia yang diam. Ada apa? Sambil menunggu urutan penampilan, kami semua melihat penampilan kelas lain. Tak lama, ia mengajak kami semua berkumpul. Dengan diamnya, ia membuka laptop yang ia bawa. Ia menulis sesuatu yang dibagikan kepada kami. Kali ini, kami yang diam. Apalagi aku. Aku benar-benar diam.

Selang beberapa minggu setelah senam. Aku pergi ke perpustakaan FPIK untuk mencari buku. Hebatnya, ada dia. Ada dia yang diam dengan laptopnya. Ada dia yang diam dengan bukunya. Ada dia yang diam dengan lambaian tangannya.

Saat mata kuliah sosum, ia menjelaskan suatu topik yang membuat kami sangat mengerti : kreatif. Lagi, aku tersenyum dengan apa yang ia jelaskan. Suatu organisasi yaitu genk motor yang harus pandai mengaji, itulah analogi yang ia ciptakan. "Kapan open recruitmennya?"tanya ku. Ia hanya menjawab dengan diam. Namun ada senyum pada diamnya.

Banyak yang menginspirasi darinya. Terakhir, yang paling aku ingat. Ketika fakultas kami fieldtrip di daerah Subang. H sebagai panitia sangat bertanggung jawab. Kalian tahu apa yang ia lakukan? Disaat yang lain berfoto-foto. Panitia lainnya pun berbaur. H justru mengepel lantai luar mushola yang kami gunakan untuk beristirahat........ Diam.

Itulah H, salah satu sosok yang menginspirasi. Calon pemimpin yang baik. Sampai jumpa di lain cerita ;)
 




Friday, May 4, 2012

Chiki

haii lama saya tidak menulis disini? Apa kabar?
ah pasti kalian baik-baik saja...
ah pasti dia pun baik-baik saja...
dia? siapa dia?!
chiki.
Filosofi chiki.
Seorang sahabat saya bilang, dia itu cuma chiki....
"chiki dimana-mana cuma angin
dan hanya membuat mu bodoh"
Lalu untuk apa saya menanyakan kabar chiki?
Bukannya chiki itu sedang di lahap habis oleh orang lain?
Biar lah orang itu menikmatinya, dan ia akan merasakan akibatnya.
MSGnya yang melimpah tidak ada benefitnya sama sekali

Chiki. chiki. chiki.
Dari dulu juga orangtua saya sudah melarang saya makan chiki.
Siapa yang salah? chikinya? penjual chiki? bukan!
Saya yang salah...
Kenapa saya mau makan angin? sampai-sampai masuk angin...

Dimana-mana, yang doyan chiki itu anak kecil..
Saya sudah berhenti makan chiki.
Saya sudah besar.
Saya tidak mau makan angin lagi. Kosong. Melompong.


Senja

Ia selalu membawa ku pada jingga senja
Ada pelangi katanya
Membara lebih dari jingga
"Tidak pernah ada pelangi dalam senja"

Sawah di bawah sana tidak hanya mendapat jingga
Ada nada lain katanya
Membawa padi tak hanya satu warna
"Aku lihat jingga saja"

Turunkan dagu mu,
Rumah di pojok sana menjadi abu-abu
Katanya, senja dan pelangi juga kelabu
Membiaskan warna-warna yang menggebu
"Aku tak menginginkan abu-abu"

Tubdukkan kepala mu,
Kali ini, lihat pada beberapa sudut kota
Jingga, pelangi, abu-abu, kau dapat melihatnya
dalam satu senja
Kau dapat merasakannya
dalam satu makna

Pejamkan mata mu,
Raba warna itu sambil menikmati senja mu
Indah bukan? Meski kadang ada biru?
"Bawa aku lagi seperti senja ini, semu"

Sunday, April 1, 2012

This is my new fam, so happy in here :')
damn, i love you, guys!
P16, thanks! :') :') *biglove,bighug*

Monday, March 19, 2012

Goresan Darah

Aliran deras dalam tubuhku, tubuhmu
Tak ada yang menghentikan
Meski segelintir luka dalam hati
Tangan, kaki, genggam aku bersama
aliran yang kau sampaikan
Arus merah kami menyatu
Kekerabatan kami berasosiatif dalam rindu
Katamu cukup bersendau alam maya
Kepastian dari Tuhan, kau dan aku
saling mendengar nyanyian alam
nyanyian merdu dalam merah
darah kami bersatu atas nama cinta, dahulu
Biar semesta yang menjawabnya
lewat segores darah yang kau ciptakan
Segores warna segar, tak tahu lah,
ini luka sungguh

Friday, February 10, 2012

Lupakanlah!

Menari dalam buai kata-kata mu,
hanyut dalam senda gurau mu,
tenggelam menuju dasar kebahagiaan....
Semu
Segalanya adalah angin lalu
Khayalan ku disetiap masa tidur
Diam ialah hukum mutlak untuk itu
Berpura-pura tak pernah bertemu
Berpura-pura tak pernah mengenal
Lupakanlah!
Bukan salah mu, apalagi takdir
Ini adalah harga yang harus di bayar dari sebuah pertemuan
Sederhana saja, aku harus pergi atau
berkedok?
Harga mati.
Lupakanlah!

Sunday, February 5, 2012

Bayangan

Bayangan-bayangan seseorang selalu mengantui saya. Dua orang, tiga orang, empat, lima. Saya tak tahu siapa yang megikuti. Saya? Mereka? Atau jangan-jangan kami saling mengikuti? Saya pikir, kejadian di film-film, saat ada tokoh film yang selalu membayangkan wajah seseorang maka ketika bertemu orang lain yang sang tokoh lihat adalah wajah seseorang yang ia bayangkan, semua itu bohong. Tetapi, akhir-akhir ini saya mengalami semua itu. Bodoh. Bodoh sekali. saya benar-benar terlihat seperti orang bodoh. Bahkan bayangan itu hadir di setiap doa saya. Bayangan itu terlalu sering hadir, hampir tidak pernah absen, sampai-sampai hadir di sela-sela tawa saya, di sela-sela kebahagiaan saya dengan keluarga dan teman-teman, di malam hari ketika saya bersenda gurau di dunia maya. Pernah suatu kali bayangan itu hadir di mimpi saya dan bayangan itu tetap menjadi bayangan. Saya membenci ini, saya membenci diri saya sendiri. Saya membenci bayangan-bayangan itu.