Monday, March 19, 2012

Goresan Darah

Aliran deras dalam tubuhku, tubuhmu
Tak ada yang menghentikan
Meski segelintir luka dalam hati
Tangan, kaki, genggam aku bersama
aliran yang kau sampaikan
Arus merah kami menyatu
Kekerabatan kami berasosiatif dalam rindu
Katamu cukup bersendau alam maya
Kepastian dari Tuhan, kau dan aku
saling mendengar nyanyian alam
nyanyian merdu dalam merah
darah kami bersatu atas nama cinta, dahulu
Biar semesta yang menjawabnya
lewat segores darah yang kau ciptakan
Segores warna segar, tak tahu lah,
ini luka sungguh

Friday, February 10, 2012

Lupakanlah!

Menari dalam buai kata-kata mu,
hanyut dalam senda gurau mu,
tenggelam menuju dasar kebahagiaan....
Semu
Segalanya adalah angin lalu
Khayalan ku disetiap masa tidur
Diam ialah hukum mutlak untuk itu
Berpura-pura tak pernah bertemu
Berpura-pura tak pernah mengenal
Lupakanlah!
Bukan salah mu, apalagi takdir
Ini adalah harga yang harus di bayar dari sebuah pertemuan
Sederhana saja, aku harus pergi atau
berkedok?
Harga mati.
Lupakanlah!

Sunday, February 5, 2012

Bayangan

Bayangan-bayangan seseorang selalu mengantui saya. Dua orang, tiga orang, empat, lima. Saya tak tahu siapa yang megikuti. Saya? Mereka? Atau jangan-jangan kami saling mengikuti? Saya pikir, kejadian di film-film, saat ada tokoh film yang selalu membayangkan wajah seseorang maka ketika bertemu orang lain yang sang tokoh lihat adalah wajah seseorang yang ia bayangkan, semua itu bohong. Tetapi, akhir-akhir ini saya mengalami semua itu. Bodoh. Bodoh sekali. saya benar-benar terlihat seperti orang bodoh. Bahkan bayangan itu hadir di setiap doa saya. Bayangan itu terlalu sering hadir, hampir tidak pernah absen, sampai-sampai hadir di sela-sela tawa saya, di sela-sela kebahagiaan saya dengan keluarga dan teman-teman, di malam hari ketika saya bersenda gurau di dunia maya. Pernah suatu kali bayangan itu hadir di mimpi saya dan bayangan itu tetap menjadi bayangan. Saya membenci ini, saya membenci diri saya sendiri. Saya membenci bayangan-bayangan itu.

Sunday, January 29, 2012

Bahasa Cinta

Pernah tidak kamu merasakan ini? Lamaaaa sekali tidak bertemu seseorang, kemudian kalian di pertemukan.  Saya pernah merasakan ini. Rasanya, banyak hal yang ingin kami bicarakan, banyak hal yang ingin kami bagikan, tak peduli status, tak peduli khalayak ramai. Namun, waktu membatasi itu semua. Kecanggungan menghalangi itu semua, hingga kami hanya terdiam saling menatap, mungkin lebih tepatnya melirik. Matanya...saya melihat banyak hal di dalam sana. Mata yang tak bisa berbohong. Saya yakin ia juga melihat segalanya dalam mata saya, meski kami tanpa suara, tanpa sepatah kata. 


#np Bahasa Cinta - Yuni Shara feat.Tompi

Tuesday, January 24, 2012

Detik

Lebih dari 3600 detik berbasa-basi yang memang sangat basi. Berdetik-detik bersamamu yang harus berapa yang aku rasa cukup?tak ada. Berdetik-detik tanpamu yang berapa yang aku rasa tak cukup?tak ada. Andai setiap detik sejak saat itu, kamu tahu. Detikku per menit hanya asa, detikku per jam hanya doa. Sayang, setiap detikmu sejak saat itu adalah untuknya. Setiap detikmu sejak itu tak ada aku.
Lalu apa guna nya basa-basi kami detik ini? Detik yang tak dapat berhenti, begitu juga basa-basi. Detik-detik kedatangan, pertemuan, kepulangan. Detik ku habis bersamamu, kami sama-sama kehabisan detik-detik ini, kami kehausan detik-detik masa lalu. Tik. Tik

Friday, January 13, 2012

Topeng kebahagiaan

Mereka bersandiwara denagn luwes

Topeng

Kebahagiaan

Mereka mengenakan topeng?
Mereka terus bersandiwara tanpa kata
menulis skenario lain di dinding belakang
dengan tinta merah, apa salah?

Topeng

Kebahagiaan

Di tengah malam, mereka menghias topengnya
Ya, di saat yang tak menjadi mereka tertidur
Mereka melepasnya kah?
Ya, hanya di hadapan Tuhan
Setiap malam?
Setiap mereka menghadap Tuhan?
Ya,

Topeng

Kebahagiaan

Mereka yang tak menjadi mereka mencoba menerka
Mereka yang tak menjadi mereka, menyaksikan penjualn topeng
Dimana? Mereka yang tak menjadi mereka ingin membelinya? Atau
sekadar meminjam?
Mereka yang tak menjadi mereka ingin kebahgiaan

Bukan topeng

Bukan topeng kebahagiaan

Mereka mengapa mengenakan topeng?
Kebahagiaan, untuk kebahagiaan

Topeng

*Saya pun menulis ini sambil mengenakan topeng

Wednesday, January 11, 2012

Kalut

Pagi, siang, malam, entahlah ia bisa saja datang
seperti hari kemarin
Adakah maksud teretentu? Tidak
Ia ingin berbagi
Apa? Apa? Apa?
Rindu...
Penyesalan...

Aku hanya tersenyum
Miris, setelah enam bulan kah kau baru menyadarinya?
Setelah aku sudah membuka lembaran baru di kehidupan ku?
Terlambat!

Tak tahu lah.....
Aku malah menangis seketika dalam hati
Kau tak berubah
Kau kini menyakiti wanita mu
Kasihan...

Mata mu membengkak, hei
Apa yang kau tangisi?
Ingin kembali?
Tidak kan?
Berikan sinar mata indah mu untuk wanita mu itu
dan berbahagialah kalian