Wednesday, December 7, 2016

Melihat dan Belajar Lebih Dekat


Hi! Let me see you too, my dream catcher partner :)
 
Dear all, kali ini aku mau menulis hobi dan pengalaman aku ketika mengajar anak-anak. Check it out ^^
 
adik-adik inspirasi ku
Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog “Hobimu, Inspirasi Sekelilingmu” yang diselenggarakan oleh Bukalapak dan Hijup. Let’s inspire each other!


Ini cara ku memulainya...................................



How can I help you?
Ketika memasuki dunia perkuliahan, aku bertanya-bertanya dalam benakku,

Apa yang akan aku lakukan di dunia perkuliahan? 

Bagaimana aku bisa menolong orang-orang? 

Mungkin sama seperti mahasiswa lainnya, ada yang memilih fokus pada kuliah, mengikuti organisasi atau kegiatan lain. Aku memilih mengikuti beberapa kegiatan, salah satunya ialah kegiatan turun desa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Yap! Pertama kalinya aku berkunjung ke desa lingkar kampus dan mengajar anak-anak. 

Selanjutnya, aku mengenal Komunitas Sanggar Juara (psst.. saat ini Sanggar Juara telah menjadi sebuah Yayasan, yey!). Yang aku rasakan saat pertama kali mengajar yaitu nervous, ragu-ragu, kurang “pede”. Tetapi, aku mencoba melatih diri ku untuk mengajar lebih baik lagi. Aku mulai menarik diri ku lebih dalam pada kegiatan sosial: turun desa ke  Pekalongan, Jawa Tengah, dan mengajar anak-anak Sekolah Dasar dari organisasi Yayasan Karya Salemba Empat. Kebahagiaan selalu aku rasakan saat mengajar dan menjadi volunteer. Aku senang dapat saling berbagi dan saling menolong. Selain itu, tingkat kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan ku semakin bertambah
pengalaman mengajar di Desa Pabuaran, bersama Sanggar Juara
 

Turun desa bersama mahasiswa asing? Hmm...
Belum pernah terbayangkan sebelumnya untuk turun desa bersama mahasiswa Jepang. Aku mengikuti kegiatan Six University Initiative Japan-Indonesia - Service Learning Program (SUIJI-SLP) di daerah Cikarawang, Bogor. Ekspetasi ku pada kegiatan ini, aku ingin meningkatkan kemampuan ku dalam berkomunikasi dengan orang asing. And, I gain more than that! Aku banyak belajar untuk lebih mendengar dengan baik, berfikir dari sudut pandang yang berbeda, dan merasakannya dengan hati. Dari itu semua, tingkat kepekaan ku dengan lingkungan sekitar semakin berkembang. Aku banyak belajar tentang budaya dari masyarakat dan dari orang Jepang.
SUIJI-SLP 2015 di Desa Cikarawang, Bogor. "Yuk bersih-bersih lingkungan"
SUIJI-SLP 2016 di Desa Cikarawang, Bogor. 
Kegiatan ini berlangsung selama 3 minggu. Dari sini, aku bertemu mahasiswa Jepang, Keio Fukahori, yang tinggal di Indonesia selama satu tahun dan membuat program Bank Sampah. Aku malu rasanya. Aku warga Indonesia, tapi yang peduli dengan lingkungan justru bukan aku. Aku bahkan tidak tahu seperti apa Bank Sampah.


Tidak bisa turun desa ke Jepang, its doesn’t really matter!
Sedih rasanya tidak tepilih dalam seleksi turun desa ke Jepang. Tapi, kenapa harus sedih? Memangnya kalo bisa ke Jepang, kamu mau ngapain? Ah, aku hampir lupa bahwa aku ingin belajar dengan masyarakat dan mahasiswa Jepang. 

Wake up, zah. Di sini ada orang Jepang, dia orang asing yang membuat program di Indonesia, kamu masih tetap bisa belajar.

Aku ikut berkunjung saat Keio ke desa binaannya. Dari mulai memotong-motong bambu untuk membangun Bank Sampah, belajar sistem Bank Sampah, atau sharing dengan Pak RT dan Pak RW. Meskipun tidak setiap hari aku berkunjung ke Desa Bubulak, namun aku banyak belajar dari masyarakat, menjadikan tingkat kepedulian ku bertambah.

potong, potong, semangat!!
sebelum Bank Sampah dibangun, Maret 2015. Di belakang ku ini rumah Pak RT (a.k.a Direktur Bank Sampah)


Anak-anak harus terus belajar...
Keio-san harus kembali ke Jepang pada bulan Agustus tahun lalu. Oh iya, selain membuat Bank Sampah, ia juga mengajar bahasa Jepang untuk anak-anak. Bersama partner ku, Farah Aisyah, kami silaturahim ke Bubulak.
“Iya, sayang sekali kegiatan belajar bahasa Jepang tidak berlanjut”, ujar Pak RW.

“Bagaimana kalau dilanjutkan, Pak?”, kata Farah.
Bagaimana kalau dilanjutkan? You're the best partner, far!
Tapi aku ragu, karena masih belajar huruf-huruf Hiragana dan Katakana.
Tapi, kita semua saling belajar, bukan? Jadi, ayo belajar bersama!
Pesan dari Pak RW yang selalu aku ingat: Jangan menunda kebaikan.

Sekitar dua minggu setelah berdiskusi dengan Pak RW, kami menyebarkan selembaran untuk anak-anak dengan bantuan Pak RT. Selain Bahasa Jepang, kami juga menambahan satu bahasa lagi, yaitu Bahasa Inggris. 

yuk ikutan!
Luar biasa! Pertama kali dimulai pada bulan September tahun lalu, jumlah yang datang sekitar 20 orang. Kami mengajar dibawah pohon dan berpindah ke sebelah Bank Sampah apabila hujan datang. Kami menyebutnya, Rumah Chibi. Chibi dalam bahasa Jepang artinya kecil. Jadi, meskipun rumah (tempat belajar) kami kecil, kami memiliki mimpi yang besar.
belajar bersama Kak Farah :D
"sedang apakah aku?" Yang bisa jawab, angkat tangannya ya ^^

Our activities...
Satu minggu, dua minggu, satu bulan, jumlah anak yang datang berkurang, hingga saat ini sekitar 10 orang. Bersama dengan teman-teman alumni SUIJI kami tetap semangat untuk terus belajar bersama Rumah Chibi. Berfokus pada sistem pembelajaran yang menyenangkan, kami menyisipkan beberapa permainan sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka sedang belajar.    


Bermain kotak pos untuk mengingat kosa-kata














Dongeng, "Apa itu snow? Apa itu white?"













Aku mencari referensi dongeng-dongeng, dan anak-anak lebih menyukai jika melihat gambar secara langsung. Melalui buku-buku dongeng dari funders, aku dan teman-teman menceritakan kembali kepada anak-anak sembari mengajarkan kosa-kata Bahasa Inggris. Aku mencari buku-buku dongeng lainnya, dan sebelumnya aku nggak nyangka kalau di bukalapak terdapat buku-buku dongeng juga. Bermacam-macam buku dari harga yang termurah, termahal, terbaru dan terlaris bisa dipilih di bukalapak

Caranya? Cukup log in, pilih/ketik barang yang ingin kamu beli, konfirmasikan data dirimu dan sistem pembayaran, lakukan pembayaran, dan tunggu barang yang kamu inginkan. 


pilih berdasarkan kategori / ketik barang yang kamu cari
berbagai macam buku bisa kamu temukan di bukalapak
Aku memilih buku dongeng dengan dua bahasa (billingual), pas banget sama yang aku cari. Dan harganya sangat terjangkau, bisa beli semua judul deh :D

Pembeli juga bisa komunikasi (chat) langsung dengan pelapak/penjual.

Aku kirim pesan ke pelapak supaya judul buku di mix dan pelapak juga responnya cepat. Jadi, nggak perlu khawatir mau request sesuai yang kita inginkan.

bukalapak juga menawarkan berbagai macam metode pembayaran. Aku pilih metode transfer (jangan lupa ya, maksimal 1x12 jam harus sudah transfer). Setelah melakukan pembayaran, tinggal menunggu barang yang kamu pesan sampai di alamat yang kamu cantumkan. Simple ^^


Our dreams...
Mimpi kami ialah membangun tempat belajar untuk Rumah Chibi dan menjadi kakak yang selalu support mereka. Setiap anak berhak untuk bermimpi dan mendapatkan pendidikan yang baik.

Selen, murid kelas 3 SD, memiliki cita-cita untuk menjadi seorang guru dan ingin pergi ke Jepang (Ayo kamu pasti bisa Selen! Semoga impian mu tercapai).


Kekey, murid kelas 4 SD, bercita-cita untuk menjadi seorang artis (Di masa depan, semoga impian mu bisa terwujud ya Key. Nih, kakak-kakak cantik dari Hijup aja bisa loh, kamu juga bisa).
 
Mimpi mereka adalah adalah mimpi kami. 
 
Setiap dari kita adalah guru, setiap dari kita adalah murid, - Zaenal Abidin -

maka belajar lah setiap hari dari hal-hal kecil sekali pun. 


Rumah Chibi Bubulak, November 2016

Semoga tulisan ini bisa memberikan inspirasi untuk kita semua.


All the best,
Azah Fajriah